Setelah memanfaatkan fitur interaktif Instagram, usulan untuk menulis tentang skripsi ini menjadi hal yang menarik. Tulisan tentang skripsi ini mungkin akan terbagi menjadi dua atau lebih bagian, supaya bacanya lebih fokus karena saya berharap bisa banyak pelajaran dari apa yang saya tulis ini.
2017
Yap ditahun itu, 2017, saya berada di tahun ketiga di Geofisika UGM. Disaat teman-teman dari prodi atau kampus lain sudah memulai skripsi mereka, saya dan teman-teman seangkatan malah masih harus membagi fokus dengan KKN, dan tiga kuliah lapangan terakhir. TIGA? Iya ga salah, ada Non-Seismik di Pacitan, Fisika Gunung Api (FGA) di Gunung Kelut, dan satu lagi Field Camp (FC) di Kulon Progo.
Semester itu saya harus membagi porsi sama rata antara kuliah, KKN, persiapan Non-Seismic, FGA, Skripsi, dan FC. Saking pusingnya kali ya, rambut gondrong sebahu jadi pendek rapi lagi dalam sekejap (yaiya soalnya saya cukur rambut 😅). Diawal tahun FGA dan FC masih bisa dikeep dulu, fokus ke kuliah, KKN, skripsi, dan persiapan Non-Seismic.
Disela-sela persiapan KKN dan Non-Seismic, saya diam-diam memikirkan topik skripsi dan dosen pembimbing yang pas. Kenapa harus pas? Ini dia tips pertama....
#1. Pastikan perpaduan yang pas antara kamu, topik, dan dosbing. Ketiga elemen ini apabila berpadu dengan tepat akan meningkatkan mood skripsi 2x lipat, kelancaran berskripsi seperti di jalan tol, dan kematangan menganalisis skripsi sehingga akan sangat yummy.
Waktu itu saya sempat mendapatkan tawaran untuk Tugas Akhir di PT. Vale Indonesia, Tbk. Setelah membaca profil perusahaannya, topik eksplorasi dan resistivitas cocok untuk analisisnya, menurut saya. Jadilah saya tanya-tanya ke mas-mbak angkatan 2012-2013 tentang dosen siapa yang tepat untuk topik eksplorasi dan resistivitas.
Setelah mendapatkan pencerahan, akhirnya saya memutuskan untuk menemui Pak Imam dan meminta tolong bantuan untuk bimbingan skripsi. Singkat cerita selama KKN saya tetap intens chatting dengan Pak Imam nih untuk konsultasi proposal skripsi (dibela-belain cari wifi-id ke kota nih). Targetnya sebelum berangkat Non-Seismic proposal skripsi sudah diajukan ke Vale.
Nah, selama penulisan proposal skripsi ini susah-susah gampang ternyata. Disatu sisi belum terlalu dalam mendapatkan teori dan praktik metode, tetapi disisi lain dituntut harus rinci dan sejelas mungkin agar tujuan proposal skripsi dapat dipahami dengan mudah. Sedikit tips untuk penulisan proposal skripsi nih...
#2 Banyak baca literatur yang mendukung topik skripsi ya. Hal ini jelas bakal membuka wawasan dan sekalian belajar memahami teorinya. Skripsi memang harus dipahami kayak kamu...
Akhirnya setelah menunggu hampir 4 bulan, ada juga email berupa balasan
konfirmasi untuk tugas akhir di Vale. Jadilah urus tiket Jogja-Makassar +
Makassar-Sorowako. Dan inilah pertama kali menginjakkan kaki di
Sorowako, setelah 12 jam dibuat mabok Borlindo.
2018
Sebenarnya perjuangan skripsi di Sorowako ini dimulai pada tanggal 20 Februari 2018. Ternyata untuk beraktivitas di area perkantoran Vale tidak mudah, banyak hal yang harus diurus dan yang membuat saya terkesan adalah induksi tentang HSE. Proses induksi HSE harus dilalui dalam 3 tahap, induksi area kantor dan industri, induksi area open pit, dan induksi khusus area eksplorasi. Tanpa induksi ini, seseorang tidak akan diizinkan untuk masuk area Vale. Wow 😲.
Setelah seminggu mengikuti masa induksi dan menunggu surat keterangan lolos induksi keluar, akhirnya saya diantar nih sama Departemen Eksternal Vale ke Kantor Enggano yang memang khusus bagian eksplorasi. Disana saya langsung dikenalkan dengan manager eksplorasinya yang ternyata alumnus UGM dari geologi, wih Kageogama. Sempat ada perbincangan dulu mengenai rencana tugas akhir yang akan saya lakukan serta pengarahan prosedural sistem kerja di Enggano. Ada satu hal yang membuat saya sedikit kaget, yaitu konfigurasi metode geolistrik yang digunakan, yaitu konfigurasi gradien. Jujur, ini konfigurasi yang baru pertama saya dengar.
Untuk menjawab teka-teki "si gradien" ini saya dikenalkan ke Pak Budhi selaku kepala eksplorasi ERT di Enggano yang lagi-lagi kageogama nih+wong mBantul. Hehehe. Pak Budhi ini yang akan membantu proses belajar saya selama di Enggano. Nah karena Pak Budhi ini Geologist, untuk detail dan teknis pengerjaan skripsi saya dibantu oleh dua orang Geophysicistnya Enggano yaitu Mas Dayat dan Mas Ammar.
Saya di Enggano kurang lebih hampir 3 bulan, dari Februari - April 2018. Di Enggano saya tidak hanya di officenya tetapi juga ikut ke lapangan eksplorasinya Vale untuk melihat proses akuisisi data ERT konfigurasi gradien. Serunya adalah, selama di lapangan saya ikut tidur di Camp yang berupa bangunan setengah permenan. Kayak gini nih.
Nah sebelum ditutup untuk #1 ini, ada tips lagi selama pengerjaan data, baik di perusahaan atau di kampus
Kayaknya segitu dulu, tunggu di "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2"nya supaya bacanya ga panjang-panjang banget. Hehe. Nanti di "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2" bakal banyak membahas tentang poin penting dari penulisan dan presentasi ilmiah. See you in "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2" 😎
| Pertama mendarat di Sorowako |
Sebenarnya perjuangan skripsi di Sorowako ini dimulai pada tanggal 20 Februari 2018. Ternyata untuk beraktivitas di area perkantoran Vale tidak mudah, banyak hal yang harus diurus dan yang membuat saya terkesan adalah induksi tentang HSE. Proses induksi HSE harus dilalui dalam 3 tahap, induksi area kantor dan industri, induksi area open pit, dan induksi khusus area eksplorasi. Tanpa induksi ini, seseorang tidak akan diizinkan untuk masuk area Vale. Wow 😲.
Setelah seminggu mengikuti masa induksi dan menunggu surat keterangan lolos induksi keluar, akhirnya saya diantar nih sama Departemen Eksternal Vale ke Kantor Enggano yang memang khusus bagian eksplorasi. Disana saya langsung dikenalkan dengan manager eksplorasinya yang ternyata alumnus UGM dari geologi, wih Kageogama. Sempat ada perbincangan dulu mengenai rencana tugas akhir yang akan saya lakukan serta pengarahan prosedural sistem kerja di Enggano. Ada satu hal yang membuat saya sedikit kaget, yaitu konfigurasi metode geolistrik yang digunakan, yaitu konfigurasi gradien. Jujur, ini konfigurasi yang baru pertama saya dengar.
Untuk menjawab teka-teki "si gradien" ini saya dikenalkan ke Pak Budhi selaku kepala eksplorasi ERT di Enggano yang lagi-lagi kageogama nih+wong mBantul. Hehehe. Pak Budhi ini yang akan membantu proses belajar saya selama di Enggano. Nah karena Pak Budhi ini Geologist, untuk detail dan teknis pengerjaan skripsi saya dibantu oleh dua orang Geophysicistnya Enggano yaitu Mas Dayat dan Mas Ammar.
![]() |
| Nah ini nih Pak Budhi, pembimbing saya di Vale. |
| CAMP TERUHUY POKOKNYA!!! |
![]() |
| Ada aula buat sholat, kongkow, pingpong. |
#3 Kalau temen-temen di perusahaan olah datanya, dont forget to be a humble, tujuannya bukan untuk cari muka saja, hehe, tetapi lebih ke menjalin komunikasi supaya mudah mendapatkan bantuan.
#4 Jangan lupa untuk terus belajar dan mulai menulis. Tulis insight apapun yang temen-temen dapatkan dari hasil membaca atau diskusi. Hal ini bisa menjadi info penting dikemudian hari saat kita membutuhkan.
#5 Tetap konsultasi, baik ke dosen pembimbing atau pembimbing teknis kalau di perusahaan. Biar ga bingung cari topik, sambil ngolah data sambil nyicil nulis skripsinya tuh. Pasti bakal ada pertanyaan pas kita nulis itu atau sekedar konsultasi tentang tulisan kita sudah baik atau belum.
Kayaknya segitu dulu, tunggu di "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2"nya supaya bacanya ga panjang-panjang banget. Hehe. Nanti di "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2" bakal banyak membahas tentang poin penting dari penulisan dan presentasi ilmiah. See you in "Corat-coret Berhadiah Sarjana#2" 😎


Komentar
Posting Komentar